Korea Selatan merupakan salah satu negara yang berada di semenanjung Korea dan berbatasan langsung dengan saudaranya yaitu Korea Utara. Dalam penggunaan teknologi satelit, mereka tidak hanya memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya saja, hal ini dengan ditandai dengan memulai penguasaan teknologi satelit sejak tahun 1970 dan sejak saat itu mulai menjadi negara terdepan dalam pemanfaatan satelit untuk berbagai kebutuhan. Kini dengan satelit terbaru mereka yang dinamakan KoreaSat 7, Korea Selatan melalui perusahaan KT Sat menghadirkan beragam layanan untuk memenuhi beragam layanan teknologi.
![]() |
| Beam Satelit KoreaSat 7 yang mencakup keseluruhan wilayah Indonesia |
KoreaSat 7 merupakan satelit komunikasi komersial yang dibangun oleh Thales Alenia Space untuk operator KT Sat yang merupakan anak perusahaan KT Corporation yang bermarkas besar di Seoul. Satelit ini diluncurkan pada tanggal 4 May 2017 menggunakan roket Ariane 5 ECA dan berbobot sekitar 3680 kg dan akan mengorbit di orbit geostasioner dengan membawa sejumlah 24 transponser Ku band dengan frekuensi 54Mhz, 6 TP KU-Band untuk BSS dengan frekuensi 27Mhz dan 3 TP Ka-Band di frekuensi 255Mhz.
Transponder Ku-band dan Ka-Band akan disewakan untuk berbagai kebutuhan aplikasi video dan data termasuk akses internet, layanan komunikasi pemerintah dan VSAT (Very Small Aperture Terminal). Dengan berada di posisi slot orbit 116 derajat Timur pada orbit Geostasioner, Koreasat-7 dirancang untuk meningkatkan kapasitas throughput KT Sat dan memperluas cakupan areanya di Korea, Filipina, Semenanjung Indocina, India dan Indonesia.
Pada saat artikel ini ditulis, satelit koreasat 7 baru mengaktifkan 2 transponder yang diperuntukkan untuk provider pay tv Skylive dan DTV. Untuk pay tv Skylive, cakupan transpondernya hanya dikhususkan untuk negara Korea saja, sedangkan untuk provider DTV menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Menariknya di siaran DTV, banyak berisikan channel-channel TV nasional dengan format DVB-S2/MPEG4. Tentu saja hal ini sangat menggembirakan kita semua karena mempunyai alternatif satelit untuk menonton acara tv nasional.
Frekuensi dan Simbol Rate Terbaru Dari Satelit Koreasat 7
Berikut adalah daftar transponder di satelit Koreasat 7 pada posisi 116 derajat bujur timur.
| Nama Channel | Nama Transponder | Format Video |
|---|---|---|
| Skylife | 12016 H 2130 | MPEG-HD |
| DTV TV One Trans 7 SCTV Trans TV TVRI Nasional Metro TV Dwipantara TV |
12598 V 45000 | MPEG4 |
TV nasional yang disiarkan oleh provider DTV di satelit koreasat 7 masih terlihat minim karena belum tampak adanya channel tv favorit seperti MNC group dengan channel RCTI, MNCTV dan Global, serta belum adanya channel tv masa kini seperti Net TV, atau Kompas TV yang kerap menyiarkan kejuaraan badminton dunia yaitu BWF Super Series.
Semoga saja apa yang dilakukan DTV dengan mengudara di satelit koreasat 7 akan semakin bertambah channel tv-nya, karena jika melihat jumlah channel yang bisa disiarkan dalam satu transponder maka pihak DTV masih mempunyai ruang yang besar untuk menambah koleksi channelnya. Semoga saja hal ini terlaksana dalam waktu dekat dengan menghadirkan beragam saluran televisi yang bermanfaat serta menghibur masyarakat Indonesia.
